Lalu, bagaimana proses pemulangannya? Sugiono menyatakan komitmen penuh pemerintah. Semua akan diupayakan agar jenazah segera bisa dibawa pulang ke tanah air. Dia sudah memerintahkan jajarannya di lapangan untuk bergerak cepat.
“Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor perkembangan prajurit-prajurit kita kemudian menyiapkan langkah-langkah untuk pemulasaraan jenazahnya,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah jelas tidak tinggal diam soal penyebab insiden memilukan ini. Ada desakan kuat agar investigasi menyeluruh segera dilakukan. Tujuannya, mencari kejelasan dan mencegah konflik serupa terulang di masa depan.
“Meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini dan sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi,” kata Menlu Sugiono.
Intinya, di balik duka, ada kebanggaan dan tekad. Kebanggaan atas pengabdian prajurit di garda terdepan perdamaian dunia. Serta tekad untuk menuntut keadilan dan memastikan keselamatan personel yang masih bertugas.
Artikel Terkait
Wamenhub: Ketegangan Timur Tengah Alihkan Tren Liburan WNI dari Eropa ke Asia
Bank QNB Indonesia Catat Pertumbuhan Kredit 18% dan Perbaikan NPL di 2025
BSI Salurkan Zakat Perusahaan dan Karyawan Rp289 Miliar, Pertahankan Posisi Penyumbang Terbesar
Kemenpar Alihkan Fokus Pasar ke Asia Timur dan ASEAN Imbas Konflik Timur Tengah