Sejarah dan Asal-Usul April Mop: Dari Kalender hingga Lelucon Media

- Rabu, 01 April 2026 | 17:10 WIB
Sejarah dan Asal-Usul April Mop: Dari Kalender hingga Lelucon Media

Tanggal 1 April selalu identik dengan keriuhan dan canda. Itu saatnya tradisi April Mop berlangsung, di mana orang saling menjahili dengan berbagai tipuan. Uniknya, setelah berhasil mengelabui, si pelaku biasanya akan berteriak "April Mop!" sebagai penanda bahwa itu semua cuma lelucon belaka.

Tapi, dari mana sih asal-usul kebiasaan ini? Ternyata, jawaban pastinya masih agak kabur. Sejumlah sejarawan punya teori mereka masing-masing.

Asal-Usul yang Tak Jelas Benang Merahnya

Menurut catatan History, salah satu teori paling populer bermula dari Prancis tahun 1582. Saat itu, negara itu baru saja berpindah dari kalender Julian ke kalender Gregorian. Pergeseran ini membuat awal tahun baru pindah dari sekitar 1 April ke 1 Januari.

Nah, bayangkan saja. Di era tanpa media sosial dan telegram, informasi bergerak lambat. Ada sekelompok orang yang telat dapat kabar atau mungkin bandel, mereka tetap merayakan tahun baru di akhir Maret hingga 1 April. Mereka inilah yang kemudian jadi bulan-bulanan lelucon. Dijuluki "April fools" atau orang bodoh April, mereka kerap dikerjai dengan cara ditempeli ikan kertas di punggung. Simbol ikan muda yang gampang ditangkap itu disebut "poisson d'avril" atau ikan April.

Namun begitu, sejarahnya nggak cuma satu itu. Beberapa ahli juga menghubungkannya dengan festival Hilaria dari Romawi kuno, yang dirayakan para pengikut kultus Cybele di akhir Maret. Festival penuh kegembiraan itu melibatkan penyamaran dan guyonan, bahkan kepada para hakim sekalipun. Konon, inspirasinya berasal dari legenda Mesir kuno.

Di sisi lain, ada juga yang bilang April Mop terkait dengan ekuinoks musim semi. Saat itulah alam seolah-olah mempermainkan manusia dengan cuaca yang berubah-ubah tak menentu.

Lelucon yang Tumbuh dan Menyebar

Seiring waktu, perayaan ini berkembang dengan ragam bentuknya yang unik di berbagai tempat. Di Skotlandia misalnya, April Mop punya karakter yang khas dan justru berlangsung selama dua hari.

Hari pertama mereka sebut "Hunting the Gowk". Gowk artinya burung cuckoo, tapi jadi istilah untuk menyebut orang yang mudah ditipu. Pada hari ini, orang akan dikirim untuk melakukan tugas-tugas palsu yang tak ada ujungnya.

Keesokan harinya, giliran "Tailie Day" atau hari ekor. Fokus leluconnya berpindah ke bagian belakang tubuh. Orang iseng akan menjepitkan ekor palsu atau menempelkan kertas bertuliskan "tendang saya" di bokong orang lain tanpa sepengetahuan mereka. Lucu? Mungkin. Memalukan? Pasti.

Lelucon April Mop juga merambah ke dunia media. Ambil contoh kasus tahun 1985. Saat itu, majalah Sports Illustrated memuat artikel karangan George Plimpton tentang seorang pelempar baseball jenius bernama Sidd Finch.

Disebutkan, pemula ini bisa melempar bola dengan kecepatan fantastis, lebih dari 168 mil per jam! Banyak pembaca yang terkecoh dan percaya, padahal itu semua fiksi belaka.

Tipuan tingkat tinggi lainnya terjadi pada 1992. Stasiun radio National Public Radio (NPR) pernah menayangkan segmen yang menggemparkan.

Pendengar mendengar suara mantan Presiden Richard Nixon yang menyatakan akan mencalonkan diri lagi.

Suasana langsung heboh. Tapi ternyata, itu bukan Nixon asli, melainkan suara seorang aktor. NPR 'hanya' sedang membuat lelucon April Mop yang berhasil membuat seluruh negeri terperangah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar