Kepanikan tiba-tiba menyebar di Israel selatan, Minggu (29/3/2026). Penyebabnya, sebuah rudal yang diluncurkan Iran berhasil menghantam pabrik kimia di Kawasan Industri Neot Hovav, tak jauh dari kota Beersheba. Dentuman keras langsung diikuti kobaran api yang melahap bagian fasilitas itu.
Di layar televisi Al Jazeera, situasinya benar-benar mencekam. Asap hitam pekat membubung tinggi, mencoret langit biru dengan gumpalan kelam. Di bawahnya, cahaya oranye api terlihat jelas meski di siang hari. Tim darurat langsung bergegas, sirene meraung-raung, berusaha mengendalikan si jago merah yang berkobar.
Warga sekitar pun diperintahkan untuk mengunci diri di rumah. Kekhawatiran utama saat itu adalah kemungkinan kebocoran bahan kimia berbahaya. Bayangan ancaman bagi kesehatan langsung meneror warga. Suasana makin mencekam.
Namun begitu, setelah beberapa jam, pihak berwenang akhirnya memberikan penjelasan yang sedikit menenangkan. Mereka mengonfirmasi bahwa, untungnya, tidak ada bahan berbahaya yang bocor ke udara bebas. Napas bisa sedikit lega.
Artikel Terkait
Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Angka Kematian Anjlom 31 Persen
Harga Cabai dan Daging Turun Signifikan di Awal Pekan
Indeks Bisnis-27 Anjlok 1,37%, AMRT dan BBCA Tekan Pasar
Bank Raya Luncurkan Pinang Flexi, Solusi Kredit Digital untuk Kebutuhan Pascalebaran