Di sisi lain, proses asesmen teknis tetap berjalan. KemenPU turun tangan memastikan kesiapan infrastruktur dasarnya. Essy Asiah, Sekretaris Ditjen Sarana dan Prasarana Strategis KemenPU, menilai lokasi PPSDMAP secara umum layak.
“Secara arsitek, tinggal pembenahan. Dua minggu aman, insya Allah. Mungkin ada retakan atau plafon yang perlu diperbaiki, tapi secara prinsip untuk April ini bisa,”
kata Essy.
Lokasi seluas 11 hektar itu punya potensi lumayan. Ada 5 ruang kelas, asrama, ruang makan, sarana olahraga, dan musala yang tersebar di Gedung A dan Auditorium.
“Total bisa 76 kamar. Kalau dua orang per kamar, berarti 152 siswa. Kalau empat orang, bisa lebih. Lobby juga bisa dipakai untuk ruang guru,”
jelas Ali Fikri, Kepala PPSDMAP yang juga Plt. Sekretaris BPSDM Perhubungan.
Peninjauan pun dilakukan langsung oleh Agus Jabo dan jajarannya. Mereka memeriksa setiap sudut, dari kamar tidur di Asrama A, ruang makan, hingga lapangan serbaguna di Auditorium.
Usai dari PPSDMAP, rombongan tak berhenti. Mereka melanjutkan kunjungan ke calon lokasi lain: Tagana Centre Kemensos di Hambalang, Citeureup, Bogor.
Area ini punya bangunan seluas 4.280 meter persegi lebih. Fasilitasnya lengkap: lapangan, aula, asrama, ruang makan, sampai kantor. Targetnya, lokasi ini bisa menampung sekitar 100 siswa SD dan SMP, dengan dua rombongan belajar untuk setiap jenjang.
Semuanya digarap cepat. April 2026 tinggal sebentar lagi, dan pekerjaan menanti.
Artikel Terkait
Utang Negara Bukan Momok, Asal Dikelola untuk Belanja Produktif
Veda Ega Pratama Catat Lap Tercepat, Tapi Jatuh di Moto3 Amerika Serikat
Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Melalui Pakistan Berjalan Sangat Baik
Diaspora Indonesia di Jepang Antusias Sambut Kunjungan Presiden Prabowo