Lantas, apakah target menang terlalu muluk? Bagi Diks, sama sekali tidak. Dia meyakini GBK akan jadi benteng yang sulit ditembus. "Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Kami bermain di kandang dan saya pikir sangat sulit untuk mengalahkan kami di kandang. Ini saatnya untuk membuktikan itu," ucapnya mantap.
Di sisi lain, pujian khusus dia berikan untuk sang arsitek, John Herdman. Menurut Diks, pelatih asal Kanada itu sangat detail. Komunikasi yang dia bangun dengan para pemain bahkan sudah terjalin sejak lama, jauh sebelum pertandingan ini. Hal itu, bagi Diks, menunjukkan fondasi yang serius sedang dibangun.
Herdman dinilainya paham betul bagaimana memaksimalkan potensi setiap individu di skuad. "Dia menuntut banyak dari kami, tapi dia tahu apa yang dia harapkan dari setiap pemain. Kami menjadi lebih solid dalam menjalankan instruksinya," ungkap Diks.
Nah, tinggal menunggu jawabannya di lapangan hijau besok. Apakah sejarah benar-benar akan tercipta?
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Menolak Doa Para Pencetus Perang
Rudal Iran Hantam Pabrik Kimia di Beersheba, Kebakaran Hebat Meluas
Diplomat Rusia Yakin Iran Akan Transparan Soal Insiden Radiasi
DKI Jakarta Siapkan Aturan Ketat Penggunaan Gawai di Sekolah