tulisnya dengan nada keras.
Korban jiwa pun berjatuhan. Di Qom, serangan dilaporkan menewaskan sedikitnya 18 orang. Sementara wilayah sekitar Teheran, Kashan, dan Ahwaz juga merasakan dampaknya. Situasi semakin suram jika melihat angka korban sejak konflik memanas akhir Februari lalu: lebih dari 1.900 orang di Iran dikabarkan tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel. Kerusakan tak hanya menimpa manusia. Pejabat setempat menyebut setidaknya 120 museum dan situs bersejarah hancur atau rusak.
Di sisi lain, Israel justru bersikap semakin ofensif. Menteri Pertahanannya, Israel Kats, dengan tegas menyatakan intensitas serangan akan terus ditingkatkan. Target pun akan diperluas. Dia balik menuduh Iran yang dengan sengaja mengarahkan rudal-rudalnya ke permukiman sipil Israel.
Peringatan dari Iran justru mengarah ke babak yang lebih mencemaskan. Komandan Dirgantara Korps Garda Revolusi, Seyed Majid Moosavi, mengeluarkan pernyataan yang sarat ancaman. Konflik, katanya, telah memasuki fase baru. Prinsip "mata dibalas mata" akan diterapkan. Dia bahkan mendesak semua pekerja perusahaan yang terkait AS dan Israel di seluruh Timur Tengah untuk segera meninggalkan posisi mereka. Sebuah peringatan yang membuat suasana terasa semakin panas dan tidak menentu.
Artikel Terkait
Korlantas Siapkan Skenario One Way Tahap Ketiga Antisipasi Puncak Arus Balik
KPK Imbau Kepala Daerah Evaluasi Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik
Jasa Marga Operasikan Japek II Selatan untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Kemenhub Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026, Imbau Masyarakat Hindari Keberangkatan Serempak