Radea juga menyoroti kebijakan efisiensi lewat skema Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan Pemprov Jabar. Pola kerja empat hari di kantor dan dua hari WFA itu menuai perhatian.
“Kebijakan ini dinilai berpotensi menurunkan semangat pelayanan apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan indikator kinerja yang jelas. Oleh karena itu, diharapkan kebijakan serupa tidak diterapkan di Kota Bandung, serta tetap mengedepankan kehadiran ASN secara optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Meski banyak kritik, Radea mengakui tidak semua buruk. Masih banyak ASN yang kinerjanya bagus dan mampu menghadirkan inovasi. Contoh positif ini, katanya, perlu ditularkan agar tercipta lingkungan kerja yang lebih kompetitif.
“Selain itu, proses pengisian jabatan melalui mekanisme lelang jabatan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah agar lebih melibatkan DPRD, khususnya Komisi I, dalam memberikan pandangan yang sah secara konstitusional dan sesuai prinsip meritokrasi. Keterlibatan lembaga legislatif dinilai penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam birokrasi,” tambahnya.
Momentum Hari Raya Idulfitri ke depan disebutnya bisa jadi ajang refleksi. Bagi seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, untuk meningkatkan lagi motivasi dan integritas pengabdian mereka.
Pada akhirnya, tujuan semua ini jelas. Peningkatan kinerja ASN harus jadi prioritas utama. Agar terwujud pemerintahan yang responsif, profesional, dan benar-benar berpihak pada kepentingan publik. Sekaligus mendorong terciptanya rasa keadilan bagi semua pihak yang berkontribusi dalam pelayanan.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Pramono Anung Pastikan Perjuangkan Nasib PPPK
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
PSSI: Masalah Paspor Dean James Sedang Ditangani di Belanda
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series, Posisi Manajer Tim Masih Kosong