Pengalaman melihat dari dekat perkembangan teknologi di Singapura itu diharapkannya bisa jadi referensi berharga. Apalagi, INSA menghimpun ratusan perusahaan pelayaran. Adopsi teknologi dan peningkatan kapasitas galangan kapal dalam negeri, menurut Carmelita, adalah langkah krusial. Tanpa itu, sulit bagi Indonesia untuk bersaing di tingkat dunia.
Di sisi lain, tekanan global juga makin nyata. Industri galangan kapal secara global mulai bergerak ke arah yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Tuntutan dekarbonisasi bukan lagi wacana, melainkan keharusan yang mendesak.
Namun begitu, kunjungan ini juga membawa angin segar berupa peluang kerja sama. Baik dalam pengembangan teknologi maupun peningkatan kualitas SDM sektor maritim. INSA berharap, pembelajaran dari forum internasional semacam APM 2026 ini bisa mendorong transformasi ekosistem maritim nasional secara menyeluruh.
Partisipasi aktif dalam ajang global adalah bentuk komitmen. INSA ingin terus mendorong industri pelayaran Indonesia agar tak ketinggalan zaman. Tujuannya jelas: memastikan Indonesia tetap punya tempat di peta persaingan industri maritim dunia yang semakin ketat ini.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Prabowo Sambut PM Anwar Ibrahim dengan Lagu Rasa Sayange di Istana Merdeka
Kunjungan Wisatawan ke Bali Naik 3,7% Selama Liburan Lebaran 2026
JTT Perpanjang Contraflow Jadi Dua Lajur Antisipasi Arus Balik Mudik Lebaran
Pantura Cirebon Macet Parah Imbas Pengalihan Truk dan Bus dari Tol