Sejak akhir bulan lalu, situasi di sana memang memanas. Iran, sebagai bentuk balasan atas serangan AS dan Israel, memblokade jalur air strategis tersebut. Hanya segelintir kapal kargo dan tanker yang berhasil melintas. Namun begitu, tampaknya ada celah diplomasi yang masih bisa bekerja.
Buktinya, Malaysia bukanlah satu-satunya negara yang berhasil menembus blokade. Awal pekan ini, sebuah tanker minyak milik perusahaan Thailand, Bangchak Corporation, juga berlayar dengan selamat. Menurut seorang pejabat Thailand dan pemilik kapal, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun. Kesepakatan itu tercapai setelah Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, berbicara langsung dengan Kedutaan Besar Iran di Bangkok.
Di sisi lain, China juga disebut-sebut mendapat akses. Setidaknya dua kapal pengangkut LPG miliknya dilaporkan telah melintas. Meski begitu, ceritanya sedikit berbeda untuk kapal kontainer "Newvoyager"; kapal asal China itu dikabarkan harus melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada otoritas Iran sebelum bisa melewati perairan yang sama.
Jadi, meski blokade masih berlaku, jalan diplomasi perlahan membuka celah. Setiap negara seolah mencari caranya sendiri untuk menjaga agar pasokan energi mereka tetap mengalir.
Artikel Terkait
Netflix Naikkan Harga Seluruh Paket Langganan di AS
Filipina Tetap Gelar KTT ASEAN di Tengah Status Darurat Energi
Menteri Keuangan: Dana THR ASN Sudah Siap, Tunggu Pengajuan dari K/L
1.300 Personel Amankan Dua Laga FIFA Series 2026 di GBK