Kabar baik datang dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, ia mengumumkan bahwa kapal-kapal negaranya akhirnya diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz. Izin ini didapat setelah serangkaian pembicaraan intens dengan sejumlah pemimpin Timur Tengah.
“Kami sekarang sedang dalam proses memulangkan kapal tanker minyak Malaysia," ujar Anwar, dengan nada lega terasa jelas.
Ia secara khusus menyebut nama Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang disebutnya berperan penting dalam pemberian izin tersebut. Langkah ini tentu sangat krusial bagi Kuala Lumpur. Meski sendiri merupakan produsen minyak, nyatanya separuh lebih pasokan minyak Malaysia justru diangkut melalui selat sempit itu. Jadi, wajar saja jika ketegangan di kawasan langsung berimbas pada mereka.
“Blokade di Selat Hormuz, perang, dan terhentinya pasokan minyak dan gas semuanya berdampak pada kami,” keluh Anwar, menggambarkan betapa rentannya posisi mereka.
Artikel Terkait
Netflix Naikkan Harga Seluruh Paket Langganan di AS
Filipina Tetap Gelar KTT ASEAN di Tengah Status Darurat Energi
Menteri Keuangan: Dana THR ASN Sudah Siap, Tunggu Pengajuan dari K/L
1.300 Personel Amankan Dua Laga FIFA Series 2026 di GBK