Namun begitu, pembangunan fisik bukan satu-satunya solusi yang digodok. Menhut juga menyosialisasikan skema pendanaan baru. Karena APBN dinilai terbatas untuk mengelola 57 taman nasional di Indonesia, mereka menggarap proyek percontohan yang memanfaatkan pasar karbon dan obligasi keanekaragaman hayati.
Langkah pemerintah pusat ini disambut positif oleh pemimpin lokal. Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyebut pembatas permanen adalah impian warga yang sudah lama tertunda.
Jadi, meski masih harus dilihat hasil uji coba dan implementasinya nanti, setidaknya ada harapan baru. Harapan bahwa gajah bisa tetap hidup di habitatnya, sementara warga sekitar bisa beraktivitas dengan lebih tenang. Sebuah solusi yang, semoga saja, bisa memutus mata rantai konflik yang sudah terlalu panjang.
Artikel Terkait
Negara-negara Asia Antre Minyak Rusia di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Korlantas Prediksi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua pada 29 Maret
TNI Bangun Ulang Jembatan Gumuzo di Nias Utara, Akses Vital Kembali Pulih
Rodri Buka Peluang Gabung Real Madrid Meski Berdarah Atlético