"Selain itu, buka tutup secara situasional one way lokal juga diterapkan dari KM 425 800 Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C sampai KM 414 GT Kalikangkung. Tujuannya sederhana: menjaga kelancaran dan meminimalkan potensi kepadatan parah di sepanjang Ruas Jalan Tol Trans Jawa."
Kalau kita lihat gambaran yang lebih luas, peningkatannya memang signifikan. Selama periode H hingga H 3 Lebaran (21–24 Maret 2026), tercatat 239.383 kendaraan melintas menuju Jakarta via Gerbang Tol Cikampek Utama. Itu artinya naik lebih dari dua kali lipat tepatnya 108,44 persen dibanding arus normal yang sekitar 114.843 kendaraan.
Ria juga memaparkan akumulasi pergerakan dalam rentang waktu yang lebih panjang.
"Dari data periode H-10 sampai H 3, yaitu 11 hingga 24 Maret, tercatat 415.448 kendaraan dari timur Trans Jawa," tuturnya.
"Angkanya meningkat 6,45 persen dari lalu lintas normal."
Lalu, bagaimana dengan arus sebaliknya? Ternyata, volume kendaraan yang menuju ke wilayah Timur melalui GT Cikampek Utama juga tak kalah ramai. Jumlahnya mencapai 184.146 kendaraan, atau naik 65,88 persen. Peningkatan serupa ternyata juga terjadi di sejumlah ruas tol lain yang dikelola grup JTT, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Benar-benar fenomena tahunan yang selalu menguji ketahanan infrastruktur kita.
Artikel Terkait
Marshanda Dukung Proses Pencarian Jati Diri Putrinya Lepas Hijab
Justin Hubner Tiba, Pelupessy dan Tjoe A-On Masih dalam Perjalanan Jelang Laga Timnas
Kemnaker Perintahkan Pengawasan Ketat untuk Tuntaskan Aduan THR
Justin Hubner: FIFA Series 2026 Ajang Pembuktian Kekuatan Timnas Indonesia