jelas mantan Kapolri itu.
Di sisi lain, Tito juga melihat peluang dari sistem digital. Ia mendorong agar mekanisme pengawasan kerja berbasis online, yang dulu efektif memastikan kerja dari rumah, bisa dihidupkan kembali. Tujuannya ganda: selain menjaga produktivitas, juga untuk membatasi mobilitas yang otomatis akan menghemat penggunaan bahan bakar.
“Kemudian misalnya lagi, kalau dulu saya absen, dulu ada sistem namanya Simpeg atau sistem administrasi pegawai. Jadi begitu, untuk menjaga, karyawan itu betul-betul working from home, dia ada di rumah, supaya nggak lari-lari ke mana-ke mari yang nanti malah nambah BBM,”
tuturnya.
Intinya, pesannya jelas. Anggaran daerah harus diputar dengan lebih bijak, memangkas yang seremonial dan kurang perlu, lalu mengalihkannya untuk hal-hal yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Sebuah ajakan untuk kembali ke prinsip dasar: uang rakyat untuk rakyat.
Artikel Terkait
Jenazah Juwono Sudarsono Akan Dimakamkan di TMP Kalibata, Upacara Dipimpin Menhan
Pasar Rakyat Monas Atas Instruksi Presiden, 100.000 Kupon Dibagikan
Pemudik Motor Pilih Perjalanan Santai Demi Kesehatan Anak di Jalur Bekasi
Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami