Namun begitu, persoalan sampah dari permukiman ini jelas butuh solusi yang lebih serius. Di sisi lain, Jasa Marga mengaku akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi akar masalah ini. Pembangunan tanggul sepanjang 300 meter itu disiapkan sebagai benteng pertahanan. Fungsinya untuk menahan limpasan air dari luar area tol, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Gangguan ternyata tak cuma di satu titik. Di waktu yang hampir bersamaan, Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 10 arah Bogor juga kebanjiran. Penyebabnya, kali di belakang area itu meluap. Luapan air ini merusak pompa air bersih dan mengganggu operasional SPBU di sana. Akhirnya, rest area itu terpaksa ditutup sementara.
Memasuki Minggu (23/3/2026), kabar baik akhirnya datang. Seluruh titik genangan di Tol Jagorawi dilaporkan telah surut. Arus lalu lintas benar-benar kembali normal. Jasa Marga memastikan tidak ada lagi gangguan operasional dan semua lajur sudah bisa dilintasi dengan aman.
Perusahaan pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Mereka juga mengimbau para pengendara untuk selalu memantau informasi terkini melalui kanal resmi perusahaan. Agar perjalanan bisa lebih terencana dan terhindar dari kendala serupa.
Artikel Terkait
Iran Luncurkan Ratusan Rudal ke Tel Aviv dan Pangkasan AS-Inggris di Diego Garcia
Menteri AS: Harga Minyak USD100 Belum Tekan Permintaan, Pasokan ke Asia Jadi Prioritas
Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS oleh Empat Prajurit TNI Masih Berjalan
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Mulai 24 Maret