Sebenarnya, upaya mendorong ekonomi lewat mudik ini sudah jadi kebijakan tahunan. Pemerintah punya beberapa jurus andalan. Mulai dari diskon tiket transportasi yang disubsidi, penangguhan PPN 6 persen untuk tiket pesawat yang tahun 2025 berhasil turunkan harga tiket hingga 14 persen sampai penurunan biaya kebandaraan dan avtur di puluhan bandara.
Ada juga program Mudik Gratis dan yang tak kalah menarik: kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN sejak 2022. Ini bukan sekadar buat ngurai macet, lho.
Dengan WFA, para pemudik bisa lebih lama di kampung halaman. Mereka tetap kerja dan terima gaji penuh, tapi punya waktu luang lebih banyak untuk berbelanja dan menghidupkan ekonomi lokal. Durasi tinggal yang lebih panjang berarti perputaran uang juga lebih kuat.
Di sisi lain, situasi global memang tidak ringan. Ada ketegangan di Timur Tengah antara Iran, Israel, dan AS yang bisa bikin resah. Tapi Haryo meyakini fundamental ekonomi domestik masih kuat. Komitmen pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM juga disebutnya sebagai faktor penting menjaga daya beli.
“Jadi untuk Idulfitri tahun ini diprediksi kita optimis ekonomi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Jadi, siap-siap saja. Gelombang pemudik yang sebentar lagi bergerak bukan cuma membawa rindu, tapi juga harapan baru untuk perekonomian di pelosok negeri.
Artikel Terkait
Iran Luncurkan Ratusan Rudal ke Tel Aviv dan Pangkasan AS-Inggris di Diego Garcia
Menteri AS: Harga Minyak USD100 Belum Tekan Permintaan, Pasokan ke Asia Jadi Prioritas
Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS oleh Empat Prajurit TNI Masih Berjalan
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Mulai 24 Maret