Serikat yang menggerakkan aksi ini mewakili hampir 90 ribu pekerja. Angka itu mencakup lebih dari 70 persen total karyawan Samsung di Korsel. Kekuatan mereka cukup signifikan.
Lantas, apa sih yang bikin para pekerja nekat? Rupanya, ada rasa frustasi yang mengendap. Mereka merasa ada kesenjangan gaji yang cukup jauh jika dibandingkan dengan pekerja di perusahaan pesaing, seperti SK Hynix. Perusahaan pesaing itu sendiri sudah lebih dulu menuruti tuntutan serikat pekerjanya soal reformasi kompensasi, tepatnya pada September lalu.
Karena itu, serikat pekerja Samsung mendesak perusahaan agar mengikuti jejak SK Hynix. Tuntutannya, hapus saja batasan untuk bonus, lalu kaitkan dana bonus itu dengan laba operasional perusahaan.
Di sisi lain, Samsung punya alasan sendiri. Perusahaan berargumen, menghapus batasan bonus justru akan menyulitkan mereka. Industri chip ini sifatnya siklikal dan butuh modal besar. Dana yang ada, menurut mereka, lebih baik dialokasikan untuk investasi masa depan agar tetap bisa bersaing.
Jadi, sekarang bola ada di tangan manajemen. Jika negosiasi gagal, rencananya aksi mogok akan digelar selama 18 hari, dimulai tanggal 21 Mei mendatang. Tunggu saja kelanjutannya.
Artikel Terkait
Djarot Saiful Hidayat Pangling Lihat Perubahan Ruang Kerja di Balai Kota Jakarta
Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 Israel di Wilayah Tengahnya
Gempa 4,7 SR Guncang Banggaikep, Belum Ada Laporan Kerusakan
Beckham Putra Latihan Malam Hari, Siapkan Fisik untuk FIFA Series 2026