Lho, kok bisa lebih dari 100%? Anne Purba menjelaskan, hal ini memang dimungkinkan dalam operasional kereta jarak jauh. Penyebabnya adalah pola perjalanan yang dinamis, di mana satu kursi bisa dipakai lebih dari satu penumpang dengan rute berbeda dalam satu perjalanan yang sama.
Fakta di lapangan, selama sembilan hari pertama masa angkutan (11-19 Maret 2026), KAI sudah mengantarkan 1,5 juta lebih penumpang jarak jauh di berbagai rute di Jawa dan Sumatra. Lonjakan penumpang harian ini konsisten, bahkan sejak 13 Maret lalu okupansi sudah menembus angka di atas 100%.
Beberapa nama kereta yang paling diburu warga antara lain KA Airlangga, Joglosemarkerto, Sri Tanjung, Bengawan, Kahuripan, Rajabasa, dan Jayakarta. Permintaannya memang luar biasa.
Meski ramai, jangan khawatir. KAI menyebut masih ada sekitar 799 ribu kursi kosong yang bisa dimanfaatkan, baik untuk mudik maupun pulang nanti. Peluang dapat tiket masih terbuka lewat pilihan jadwal lain, rute berbeda, atau skema perjalanan lanjutan alias connecting train.
Nah, imbauannya jelas: rencanakan perjalanan lebih awal dan cobalah untuk fleksibel memilih jadwal. Dengan begitu, perjalanan mudik Anda bisa lebih nyaman dan, yang penting, lancar sampai tujuan.
Artikel Terkait
Sopir Bus Relakan Mudik Demi Antar Penumpang Pulang Kampung
Rest Area KM 207A Cirebon Sepi Usai Arus Mudik Surut
Transaksi Jakarta Tembus Rp21 Triliun Selama Ramadan, Tertinggi di Jawa
Pemudik Tersesat Ikuti Google Maps, Terperosok ke Jurang di Tasikmalaya