Polisi Cianjur Putar Balik Rombongan Pawai Bedug demi Keselamatan dan Kelancaran Mudik

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:45 WIB
Polisi Cianjur Putar Balik Rombongan Pawai Bedug demi Keselamatan dan Kelancaran Mudik

Suasana malam Jumat di Cianjur mendadak riuh. Bukan oleh hiruk-pikuk pemudik, melainkan oleh deru belasan truk dan pikap yang membawa rombongan pawai bedug. Aksi mereka tak berlangsung lama. Polisi yang sedang berpatroli segera menghentikan dan memutar balik kendaraan-kendaraan itu. Tindakan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, kepolisian memang sudah melarang keras pawai bedug dalam rangka menyambut Lebaran.

Menurut sejumlah saksi, kejadian pertama berlangsung sekitar pukul setengah sebelas malam di sekitar Jalan Raya Bandung, Kecamatan Sukaluyu. Tak lama berselang, tepatnya pukul 23.00 WIB, rombongan serupa juga terlihat di wilayah lain, yaitu di Jalan Raya Sukabumi, Pasirhayam, Kecamatan Cilaku. Keduanya berakhir sama: dihentikan dan dipulangkan.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho, membenarkan tindakan tegas tersebut.

"Betul, kami putar balikkan rombongan pawai bedug di beberapa titik. Larangan dan imbauan sudah kami sampaikan sebelumnya, jadi ini tindakan lanjutan," ujar Alex, Jumat malam.

Dia menjelaskan, alasan utama larangan itu terkait dengan keselamatan. Rombongan itu menggunakan kendaraan bak terbuka yang jelas-jelas tidak dirancang untuk mengangkut penumpang.

"Bayangkan saja, orang berdiri di bak terbuka saat kendaraan melaju. Sangat berbahaya," katanya menegaskan.

Di sisi lain, ada pertimbangan lain yang tak kalah penting: arus mudik. Alex khawatir arak-arakan semacam itu justru memicu kemacetan di jalur yang sudah padat oleh pemudik. Tujuannya sederhana, agar perjalanan mereka tetap lancar dan bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat.

"Intinya, kami ingin arus lalu lintas terkendali. Pemudik juga punya hak untuk sampai tujuan tanpa hambatan berarti," tambahnya.

Sebagai gantinya, polisi mengajak masyarakat merayakan malam takbir dengan cara yang lebih aman dan tertib. Alex punya alternatif.

"Silakan sambut Lebaran dengan kegiatan positif. Takbiran dan menabuh bedug di masjid lingkungan masing-masing itu justru lebih khidmat," pungkas Kapolres.

Larangan itu tampaknya akan tetap berlaku. Malam itu, puluhan kendaraan terpaksa berbalik arah, mengubur rencana pawai yang sudah disiapkan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar