Arus mudik Lebaran tahun ini benar-benar memecahkan rekor. PT Jasa Marga mencatat angka tertinggi dalam sejarah, dengan lebih dari 270 ribu kendaraan memadati jalan keluar dari Jakarta. Puncaknya terjadi Rabu lalu, 18 Maret.
Angka sebanyak 270.315 kendaraan itu bukan main. Itu artinya lonjakan hampir 100 persen dari hari biasa, dan masih naik sekitar 4,8% dibanding puncak mudik tahun sebelumnya. Semua ini terkonsentrasi di empat gerbang tol utama: Cikupa (Barat), Ciawi (Selatan), serta Cikampek dan Kalihurip Utama (Timur).
Namun begitu, rupanya rekor tak berhenti di situ.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan lebih lanjut.
Meski volumenya luar biasa, Rivan menyebut kondisi lalu lintas relatif bisa dikendalikan. Kuncinya ada pada rekayasa lalu lintas yang dianggap berjalan efektif. Meski begitu, kepadatan ekstrem sempat terjadi di beberapa titik, seperti Jalan Layang MBZ dan ruas Jakarta-Cikampek bawah.
Artikel Terkait
Pemudik Tersesat Ikuti Google Maps, Terperosok ke Jurang di Tasikmalaya
Takbiran di Jakarta: Gemerlap Perayaan dan Kisah Perempuan Perantau yang Pilih Tak Mudik
Penjualan Tiket Mudik KAI 2026 Tembus 82%, Okupansi Kereta Jarak Jauh Lampaui 100%
Gubernur DKI dan Wagub Akan Salat Idulfitri di Balai Kota, KH Maruf Amin Jadi Khatib