Untuk mengatasi itu, Jasa Marga dan kepolisian menerapkan sejumlah strategi. Mulai dari contraflow yang mengubah satu lajur jadi tiga, hingga penerapan sistem satu arah nasional yang membentang cukup jauh. Hasilnya? Volume kendaraan di kedua ruas itu juga tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang masa operasinya.
Menurut Rivan, skenario yang disiapkan memang menargetkan kepadatan bisa terurai maksimal dalam waktu 12 jam. Dan target itu tercapai. Pada Kamis siang, 19 Maret, lalu lintas sudah dilaporkan lancar kembali dengan kecepatan kendaraan yang normal.
Di sisi lain, Jasa Marga kembali mengingatkan soal aturan untuk kendaraan besar. Pengemudi kendaraan dengan tiga sumbu atau lebih diharap patuh pada SKB yang membatasi operasional mereka selama periode mudik. Pelanggaran terhadap ketentuan ini jelas bisa mengganggu kelancaran.
Menyambut masa arus balik, perusahaan punya imbauan lain. Masyarakat disarankan merencanakan perjalanan dengan lebih matang dan sebisa mungkin menghindari puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 Maret nanti.
Ada kabar baik juga. Rivan mengingatkan bahwa diskon tarif tol akan kembali diberlakukan saat arus balik, tepatnya mulai 26 Maret dini hari hingga 27 Maret.
Artikel Terkait
Pemudik Tersesat Ikuti Google Maps, Terperosok ke Jurang di Tasikmalaya
Takbiran di Jakarta: Gemerlap Perayaan dan Kisah Perempuan Perantau yang Pilih Tak Mudik
Penjualan Tiket Mudik KAI 2026 Tembus 82%, Okupansi Kereta Jarak Jauh Lampaui 100%
Gubernur DKI dan Wagub Akan Salat Idulfitri di Balai Kota, KH Maruf Amin Jadi Khatib