Seperti sudah disinggung, urutannya tak jauh beda dari mandi wajib. Pertama, ya baca niat tadi. Lalu, cuci telapak tangan, bersihkan kemaluan, lanjut berwudhu seperti biasa. Setelah itu, siram dan gosok seluruh badan dari kepala sampai ujung kaki, tiga kali. Jangan lupa, dahulukan bagian kanan. Pastikan air membasahi setiap lipatan kulit. Intinya, bersih total.
Nah, mandi ini cuma satu dari sekian amalan sunnah yang bisa kita kerjakan. Masih ada beberapa lagi.
Rangkaian Amalan Sunnah Lainnya
Selain mandi, suasana hari raya bisa lebih sempurna dengan mengerjakan hal-hal ini. Pertama, tentu saja mengumandangkan takbir. Suara takbir sebaiknya menggema sejak matahari terbenam di malam Idul Fitri, terus sampai khatib naik mimbar esok harinya.
Kemudian, pakailah pakaian terbaik yang kita punya. Tak perlu mewah, yang rapi dan bersih saja sudah bagus. Tambahkan wewangian, karena Nabi SAW juga suka melakukannya.
Ada satu hal unik: makan sebelum berangkat sholat Idul Fitri. Meski cuma sesuap kurma atau kue, usahakan perut tak kosong. Ini kebalikan dari Idul Adha, di mana kita disunnahkan sholat dulu baru makan.
Kalau memungkinkan, sholat Id sebaiknya di lapangan terbuka. Ajaklah seluruh keluarga, dan berjalan kaki ke tempat sholat. Ritual kecil ini ternyata juga dicontohkan Nabi, lho. Memberi nuansa sederhana sekaligus syukur.
Jadi, itulah sekelumit panduan menyambut Idul Fitri. Dari mandi sunnah sampai amalan-amalan pendampingnya. Semoga kita semua bisa mengamalkannya dengan khusyuk dan penuh sukacita.
Wallahu A’lam.
Artikel Terkait
Pemudik Tersesat Ikuti Google Maps, Terperosok ke Jurang di Tasikmalaya
Takbiran di Jakarta: Gemerlap Perayaan dan Kisah Perempuan Perantau yang Pilih Tak Mudik
Penjualan Tiket Mudik KAI 2026 Tembus 82%, Okupansi Kereta Jarak Jauh Lampaui 100%
Gubernur DKI dan Wagub Akan Salat Idulfitri di Balai Kota, KH Maruf Amin Jadi Khatib