JAKARTA – Menjelang sholat Idul Fitri, ada satu amalan sunnah yang kerap dilupakan: mandi. Ya, mandi. Bukan sekadar mandi biasa, tapi mandi sunnah yang punya tata cara dan niat khusus. Pemerintah sendiri sudah menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Nah, sebelum berangkat ke tanah lapang atau masjid, ada baiknya kita menyiapkan diri, lahir dan batin.
Anjuran untuk mandi ini bukan tanpa dasar. Rasulullah SAW sendiri memberi contoh. Seperti diriwayatkan Ibnu Hibban, dari Ibnu Abbas RA, beliau biasa mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Jadi, ini jelas ada tuntunannya.
Artinya kurang lebih: Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW mandi pada hari Idul Fithri dan Idul Adha.
Praktiknya sih mirip dengan mandi wajib biasa, atau seperti mandi sebelum Jumat. Bedanya cuma satu: niat. Dan inilah yang menjadi kunci.
Niat Mandi Idul Fitri
Berikut lafaz niatnya:
Latin: Nawaitul ghusla li ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah ta’ala.”
Niat ini diucapkan di dalam hati saat mulai menyiram air. Gampang, kan?
Artikel Terkait
Pemudik Tersesat Ikuti Google Maps, Terperosok ke Jurang di Tasikmalaya
Takbiran di Jakarta: Gemerlap Perayaan dan Kisah Perempuan Perantau yang Pilih Tak Mudik
Penjualan Tiket Mudik KAI 2026 Tembus 82%, Okupansi Kereta Jarak Jauh Lampaui 100%
Gubernur DKI dan Wagub Akan Salat Idulfitri di Balai Kota, KH Maruf Amin Jadi Khatib