Baca Juga: Telusuri Petualangan Visual: Temukan Boneka Beruang di Halam Rumah Bersalju Dalam 8 Detik!
” Kalau Kyal sanggup, maka mulai hari ini silahkan hutan itu dibuka dengan teratur. Khusus tempat pohon jati yang besar itu, dimana kyal bersemedi, tebanglah dengan hati-hati. Kayu jati itu akan kami gunakan untuk tiang atau "balungan" masjid yang akan didirikan Kyai Khotib itu.
Tempat berdirinya kayu jati besar itu agar dibangun masjid.
”Terima kasih Baginda, pesan itu akan saya Ingat-ingat dan kami laksanakan benar-benar.”
”Mulai hari Ini tanah itu kami tetapkan kami berikan kepada kamu sebagai tanah perdikan. Kyal Khotib sekaligus kami angkat menjadi bekel setempat, untuk menata dan menjaga ketentraman penduduk dan lingkungan sampai turun temurun.”
Desa tersebut besuk agar diberi nama "Desa Jatisobo" yang artinya pohon jati yang dapat "sobo" atau pergi.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Mulai 24 Maret
Dua Pilot Tewas, Puluhan Luka dalam Kecelakaan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di Bandara LaGuardia
KPK Tunggu Hasil Tes Kesehatan untuk Kembalikan Yaqut ke Rutan
Mudik Lebaran 2026: 4,41 Juta Penumpang Melalui Bandara, Soekarno-Hatta Paling Padat