Secara nasional, Ketut memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman. Cukup untuk mengcover kebutuhan selama Ramadan hingga hari raya nanti.
“Stok pangan secara keseluruhan sangat aman. Dari beras, bawang, daging sapi, ayam, sampai telur, semuanya dalam kondisi sangat cukup,” katanya meyakinkan.
Angkanya pun terlihat menggembirakan. Berdasarkan proyeksi neraca hingga April 2026, sejumlah komoditas strategis mengalami surplus. Stok beras diperkirakan surplus 17,2 juta ton. Untuk cabai rawit, surplusnya sekitar 105 ribu ton. Daging ayam surplus 727 ribu ton, sementara bawang merah ada kelebihan 57 ribu ton.
Meski stok melimpah, distribusi tetap jadi kunci. Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan, pengawasan intensif di lapangan sangat krusial terutama saat mendekati hari H.
Oleh karena itu, sejak awal Februari lalu, Tim Satgas Saber Pelanggaran telah dikerahkan ke seluruh daerah. Tugas mereka memantau harga dan ketersediaan pangan, baik di pasar tradisional maupun supermarket.
Amran juga tak segan mengingatkan pelaku usaha. Ia telah meminta bantuan kepolisian untuk menindak tegas siapa pun yang mencoba memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran dengan menaikkan harga seenaknya atau melakukan penimbunan.
Jadi, intinya pemerintah mengklaim sudah siaga penuh. Stok ada, pengawasan diperketat. Tinggal menunggu hasilnya di lapangan saat Lebaran benar-benar tiba.
Artikel Terkait
Nvidia Kembali Produksi Chip H200 untuk Pasar China Setelah Dapat Izin Ekspor AS
Lalu Lintas Tol Cipali Melonjak 97% Usai Penerapan Sistem Satu Arah
Bank Raya Siapkan Layanan 24 Jam dan Tarik Tunai Tanpa Kartu untuk Libur Panjang 2026
Bus Tabrak Pikap Mogok di Tol Pejagan-Pemalang, 1 Tewas dan 33 Luka-luka