Seorang hakim federal di Amerika Serikat baru saja memberikan pukulan telak bagi Departemen Kehakiman. Ia membatalkan surat panggilan yang mereka keluarkan untuk Federal Reserve, atau The Fed, awal tahun ini. Surat itu intinya meminta data dan kesaksian terkait proyek renovasi gedung bank sentral.
Ini berawal dari tuduhan Gedung Putih terhadap Jerome Powell. Sang Ketua The Fed dituding memberikan kesaksian palsu soal rincian renovasi itu di hadapan Senat. Tapi, hakim yang menangani kasus ini punya pandangan lain.
"Pemerintah pada dasarnya tidak memiliki bukti sama sekali untuk mencurigai Ketua Powell melakukan kejahatan," tegas Hakim James Boasberg dalam putusannya.
Ia bahkan menyebut alasan surat panggilan itu "sangat lemah dan tidak berdasar."
Boasberg melihat lebih dalam. Menurut analisisnya, tuduhan kesaksian palsu itu kemungkinan cuma kedok belaka. Dalih untuk memaksa The Fed, lewat Powell, menuruti kemauan politik. "Ada banyak bukti bahwa tujuan utamanya adalah untuk menekan Powell agar tunduk kepada presiden atau mengundurkan diri," paparnya. Intinya, ini soal tekanan agar suku bunga diturunkan, bukan soal taman atap atau lift khusus.
Hubungan Powell dengan Presiden Trump memang sudah lama tidak harmonis. The Fed kerap dianggap tidak cukup responsif menuruti desakan Gedung Putih untuk memangkas suku bunga lebih dalam. Ketegangan ini memuncak menjelang berakhirnya masa jabatan Powell pada Mei 2026 mendatang. Trump bahkan sudah menunjuk calon penggantinya, Kevin Warsh.
Artikel Terkait
Kapolri Tinjau Terminal Purabaya, Imbau Sopir Waspada dan Siapkan Cadangan untuk Mudik Lebaran
Indonesia Tawarkan Listrik Surya ke Singapura, Bidik Investasi Industri Hijau di BBK
Menteri Keuangan Bantah Rupiah Terpuruk Akibat Konflik Timur Tengah
Rusia Desak AS Cabut Sanksi Minyak, Manfaatkan Gejolak Timur Tengah