Fokus Zuckerberg pada AI generatif selama setahun terakhir memang tak main-main. Perusahaan tak segan menggelontorkan paket kompensasi fantastis bahkan ada yang bernilai ratusan juta dolar hanya untuk merekrut peneliti AI terbaik. Ambisinya jelas: bersaing ketat di arena AI. Mereka bahkan berencana menghabiskan dana hingga 600 miliar dolar AS untuk membangun pusat data baru hingga 2028.
Belum lagi akuisisi. Meta baru saja mengakuisisi Moltbook, sebuah platform untuk agen AI, dan menggelontorkan setidaknya 2 miliar dolar AS untuk startup AI asal China, Manus. Semua demi memperkuat posisi.
Zuckerberg sendiri pernah berujar, dia mulai melihat hasilnya. Proyek-proyek yang sebelumnya memerlukan tim besar, kini bisa diselesaikan oleh satu individu berbakat dengan bantuan AI. Efisiensi itu yang rupanya jadi pertimbangan utama.
Rencana Meta ini sebenarnya cermin dari tren yang lebih luas. Banyak raksasa teknologi AS lainnya juga melakukan hal serupa tahun ini, dengan AI sering jadi alasan. Amazon contohnya, pada Januari mengonfirmasi pemangkasan sekitar 16 ribu pekerja. CEO Block Inc., Jack Dorsey, bahkan secara gamblang menyebut kemampuan AI-lah yang memungkinkan perusahaannya beroperasi dengan tim yang lebih ramping.
Tapi jalan Meta menuju dominasi AI tak selalu mulus. Tahun lalu, mereka menghadapi serangkaian kendala. Model andalan mereka, Llama 4, dikritik karena hasil benchmark-nya dianggap menyesatkan. Bahkan, peluncuran versi terbesarnya yang dijuluki "Behemoth" terpaksa dibatalkan.
Sekarang, tim superintelligence mereka sedang berusaha bangkit dengan mengembangkan model baru bernama "Avocado". Sayangnya, sejauh ini kinerjanya masih di bawah ekspektasi. Investasi besar-besaran ini ibarat taruhan tinggi. Dan seperti semua taruhan, ada risikonya. Karyawan, untuk saat ini, yang mungkin jadi taruhannya.
Artikel Terkait
Trump Serukan Aliansi Global Buka Blokade Iran di Selat Hormuz
Iran Ancam Serang Fasilitas Militer AS di UEA, Balas Serangan di Selat Hormuz
Persib Hadapi Borneo FC dalam Laga Penentu Puncak Klasemen
Elon Musk Siap Luncurkan Terafab, Pabrik Chip Raksasa Tesla dalam 7 Hari