Aliansi ini punya misi jelas: menyebarluaskan edukasi kesehatan ke berbagai lapisan komunitas. Target besarnya ambisius tapi mulia, mendukung pemerintah mencapai nol kematian akibat dengue pada 2030. Sebuah tujuan yang butuh kerja keras semua pihak.
Di sisi lain, Andreas Gutknecht dari PT Takeda Innovative Medicines menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Menurutnya, ancaman DBD yang ada sepanjang tahun di Indonesia harus dihadapi dengan solid.
“Komitmen bersama ini bisa memperkuat aksi di tingkat komunitas,” ujar Andreas. “Masyarakatlah yang paling merasakan dampaknya, jadi mereka juga harus punya bekal untuk menghadapinya.”
Program United Against Dengue sendiri dirancang dengan beberapa pilar. Mulai dari memperkuat kesiapsiagaan, intervensi berbasis masyarakat, hingga memanfaatkan inovasi untuk menekan angka penularan. Pendekatannya multisektor dan mengedepankan bukti.
Lebih luas lagi, ini sebenarnya adalah kolaborasi regional jangka panjang di kawasan Asia-Pasifik. Tujuannya meningkatkan ketahanan masyarakat, mendorong advokasi kebijakan, dan tentu saja, mendukung komunitas yang berhadapan langsung dengan dengue.
PMI juga menegaskan, kolaborasi regional ini berkomitmen mendukung target WHO dan ASEAN. Impiannya sama: mengeliminasi kematian akibat dengue yang sebenarnya bisa dicegah, tepat pada 2030 mendatang. Perjalanan masih panjang, tapi langkah awal sudah dimulai.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak Masih Sepi, Penumpang Turun 19,4%
Bakoel Bamboe Ekspansi ke IKN dan Kalimantan, Siapkan IPO
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan
Arus Mudik Lebaran 2026 Sudah Bergerak, Puncak Diprediksi 18 Maret