Kementan Pacu Diversifikasi Jagung untuk Industri Pangan, Dukung Swasembada 2026

- Senin, 16 Februari 2026 | 01:35 WIB
Kementan Pacu Diversifikasi Jagung untuk Industri Pangan, Dukung Swasembada 2026

MURIANETWORK.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) secara aktif memperkuat pengembangan jagung sebagai komoditas pangan, tidak hanya untuk pakan ternak. Langkah strategis ini bertujuan mendukung kebutuhan industri pengolahan dalam negeri, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat ketahanan pangan nasional menuju target swasembada jagung pada 2026.

Diversifikasi Pemanfaatan untuk Nilai Tambah Lebih Tinggi

Fokus pengembangan kini bergeser. Selama ini, jagung nasional banyak diserap oleh industri pakan, terutama untuk peternakan ayam. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melihat peluang besar untuk mendiversifikasi pemanfaatannya ke sektor industri pangan. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memperluas hilirisasi komoditas pertanian.

Dorongan ini bukan tanpa alasan. Kebutuhan jagung pangan untuk industri nasional, seperti pembuatan pati dan turunannya, diperkirakan mencapai 450.000 ton per tahun. Dengan membangun rantai pasok untuk kebutuhan ini, nilai ekonomi jagung diharapkan dapat terdongkrak signifikan.

Proyeksi Produksi yang Menguat dan Dukungan Teknologi

Optimisme pemerintah dilandasi oleh data produksi yang terus menunjukkan tren positif. Teknologi pengolahan yang semakin maju juga dinilai mampu mendukung terciptanya produk pangan berbasis jagung yang berdaya saing.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, memberikan gambaran yang cukup meyakinkan mengenai kondisi pasokan. Menurutnya, stok jagung nasional berada dalam posisi yang aman untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar