Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis Resmi Diluncurkan, Targetkan Perdagangan Tiga Kali Lipat pada 2035

- Jumat, 29 Mei 2026 | 22:50 WIB
Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis Resmi Diluncurkan, Targetkan Perdagangan Tiga Kali Lipat pada 2035

Peluncuran France-Indonesia High Level Business Council disambut sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menilai forum tersebut akan menjadi mesin penggerak bagi investasi dan perdagangan bilateral.

Dewan bisnis tingkat tinggi itu resmi diluncurkan pada Kamis (28/5/2026) di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Prabowo ke Prancis.

“Pembentukan France-Indonesia High Level Business Council merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara,” ujar Rosan dalam keterangan yang dikutip dari Biro Sekretariat Presiden, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga berfungsi sebagai motor pendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.

Forum bisnis tersebut mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Prancis. Total kapitalisasi pasar gabungan dari perusahaan-perusahaan yang terlibat mencapai 1,3 triliun dolar AS. Dewan bisnis ini dipimpin bersama oleh Chair France-Indonesia Business Council MEDEF International yang juga menjabat sebagai CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie.

Rosan mengungkapkan bahwa momentum peluncuran dewan bisnis tersebut turut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar AS. Kesepakatan itu difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” kata Rosan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan dewan bisnis ini akan berperan penting dalam mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya. Pada kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, tercatat sebanyak 27 nota kesepahaman ditandatangani dengan nilai lebih dari 11 miliar dolar AS.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Karena itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” lanjutnya.

Dewan Bisnis Indonesia-Prancis menargetkan peningkatan total perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. Dengan dukungan penuh pemerintah Indonesia dan Prancis, Kadin Indonesia bersama MEDEF International akan terus memperkuat koridor ekonomi bilateral guna membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis.

“Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global,” tutup Rosan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar