Serangan itu berdampak serius. Kondisi Andrie cukup memprihatinkan. Dia mengalami luka bakar di tangan kanan dan kirinya, juga di bagian wajah, dada, serta mata. Begitu kejadian berlangsung, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.
Dimas Bagus Arya, Koordinator Badan Pekerja KontraS, memberikan keterangan lebih detail tentang kondisi rekannya.
"Dari hasil pemeriksaan medis, Andrie mengalami luka bakar seluas 24 persen," jelas Dimas melalui keterangan tertulis di hari yang sama.
Podcast yang diikuti Andrie disebutkan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Tidak lama setelah itu, insiden penyerangan terjadi. KontraS sendiri menilai keras aksi ini. Mereka melihatnya bukan sekadar kekerasan biasa, melainkan upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis, terutama dari kalangan pembela HAM.
Penyelidikan terus berlanjut. Semua mata kini tertuju pada hasil analisis rekaman kamera pengawas dan keterangan saksi. Masyarakat pun menunggu, siapa dalang di balik aksi keji ini dan apa motif sebenarnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok LPG Aman dengan Alihkan Impor dari Timur Tengah ke AS
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen
Gladbach Tundukkan St. Pauli 2-0 di Bundesliga
Hari Pertama Mudik 2026: 285 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta, Arus Masih Terkendali