Lalu, siapa saja yang bakal terbang ke Hong Kong? Tiga IKM ini berhasil melewati kurasi ketat. Pertama, ada Manamu dengan tenun kawat baja khas Sumba Timur yang unik itu. Lalu Kampoeng Anyaman yang bawa produk anyaman pandan berkelanjutan. Terakhir, Koto Batu yang mengusung perhiasan dari batu mulia alami.
Dickie Sulistya Aprilyanto, Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), menjelaskan lebih detail. Partisipasi ini mengusung konsep 3C: Create, Connect, Catalyze.
"Fokus utamanya adalah memperluas jejaring kemitraan internasional," jelas Dickie. "Agar produk lokal mampu naik kelas dan bersaing secara kompetitif di pasar dunia."
Jadi, ini bukan sekadar pameran biasa. Ini adalah strategi untuk membuka koneksi, menciptakan peluang baru, dan akhirnya mendorong percepatan pertumbuhan. Semoga saja langkah kecil ini bisa jadi pemantik yang besar bagi kriya Indonesia di pentas global.
Artikel Terkait
DPR Tetapkan Lima Komisioner OJK Periode 2026-2031, Friederica Widyasari Kembali Pimpin
Pemerintah Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional untuk Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026
Pemerintah Siapkan Aturan Batasi Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kemenhaj Siapkan Dua Skenario Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah