Abdul Roni Angkat, Pelaksana Tugas Dirjen Perkebunan, menekankan betapa krusialnya peran benih unggul. "Benih merupakan fondasi utama dalam budi daya tebu," ujarnya.
Menurut Roni, program bantuan ini intinya ingin memastikan petani punya akses ke bahan tanam yang bagus. "Sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat," jelasnya.
Ia juga menyebut, koordinasi dengan pemda, penangkar benih, dan tentu saja para pekebun akan terus diperkuat. Harapannya, penyaluran benih bisa tepat waktu dan tepat sasaran hal yang sering jadi kendala di lapangan.
Di sisi lain, optimisme pemerintah cukup tinggi. Dengan penguatan dari sisi benih dan perluasan areal, produksi gula nasional diproyeksi akan terus naik. Selain untuk memenuhi pasokan dalam negeri, program ini diharapkan bisa mendongkrak kesejahteraan petani tebu. Dan yang tak kalah penting, perlahan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor gula yang selama ini membebani.
Jalan menuju swasembada masih panjang, tapi setidaknya langkah awalnya sudah mulai terlihat.
Artikel Terkait
Kemenag Siapkan Ribuan Rumah Ibadah Buka 24 Jam untuk Pemudik Lebaran 2026
OJK Cabut Izin BPR Koperindo Jaya, LPS Siap Lakukan Likuidasi
PSIM Bangga Kiper Cahya Supriadi Dipanggil Timnas oleh Herdman
Jasa Marga Pastikan Diskon 30% Tarif Tol Lebaran 2026 Tak Ganggu Kinerja