Suasana di KBRI Teheran mendadak berubah jadi mencekam. Zulfan Lindan, salah satu WNI yang dievakuasi, masih bisa merasakan getarannya. Ia bercerita, setidaknya sepuluh bom melintas tepat di atas gedung kedutaan. Getarannya begitu kuat, membuat kaca-kaca berderak.
"Situasinya mencekam ketika kami berada di KBRI Teheran, itu 10 bom di atas KBRI lewat," ujar Zulfan begitu tiba di Bandara Soekarno Hatta, Selasa lalu.
Ledakan-ledakan itu, menurut pengakuannya, terjadi dalam jarak yang sangat dekat. Cuma sekitar satu sampai dua kilometer dari tempat mereka berlindung. Cukup dekat untuk membuat jantung berdebar kencang dan suasana tegang menyelimuti semua orang di dalam.
"Jaraknya 1 kilo sampai 2 kilo itu bom itu luar biasa, sehingga kaca-kaca di kedutaan itu bergetar," ungkapnya.
Getaran hebat itu memicu respons cepat. Para WNI yang berkumpul langsung diinstruksikan untuk bersiap-siap. Rencana awalnya, mereka akan segera diungsikan ke ruang bawah tanah gedung untuk perlindungan darurat.
Tapi rencana itu berubah.
"Kami menuju basement sebenarnya, tapi kata dubes sementara nggak usah dulu," tambah Zulfan.
Setelah keadaan dianggap lebih kondusif, barulah evakuasi benar-benar dimulai. Mereka berangkat di waktu subuh, meninggalkan ibu kota Iran saat kota masih gelap. Perjalanan darat menuju perbatasan Azerbaijan ditempuh dalam sembilan jam. Namun, tantangan justru datang saat proses imigrasi.
"Nah subuh kami baru berangkat sekitar 9 jam sampai ke perbatasan Iran dengan Azerbaijan. Yang lama itu 5 jam kami tunggu di imigrasi perbatasan," jelasnya tentang penantian panjang yang melelahkan sebelum akhirnya bisa terbang pulang ke Indonesia.
Artikel Terkait
Willy Aditya Larang Menteri HAM Pigai Bangun Kantor Baru: Negara Sedang Krisis
Risiko di Balik Kemudahan AI: Dari Deepfake hingga Ancaman Polarisasi Sosial
Napak Tilas 10 Perubahan Kurikulum Pendidikan Indonesia dari Era Kemerdekaan hingga Kurikulum Merdeka
KPK Tangkap Lima ASN BPK di OTT Perluasan Kasus Suap Bupati Muara Enim