Obrolan Terakhir Lennon & Yoko Akan Dihidupkan Kembali oleh Soderbergh
Steven Soderbergh, sutradara yang dikenal dengan eksperimen visualnya, kini tengah menyiapkan sebuah dokumenter spesial. Proyek yang belum punya judul ini akan mengangkat wawancara terakhir John Lennon dan Yoko Ono sebuah rekaman yang dibuat tepat di hari Lennon meninggal dunia, 8 Desember 1980.
Menariknya, Soderbergh justru memilih pendekatan yang sederhana. Alih-alih memaksakan gaya penyutradaraan yang rumit, ia lebih ingin rekaman itu berbicara sendiri.
"Saya tidak sedang mencoba menciptakan format baru," ujarnya, seperti dikutip Variety akhir pekan lalu.
"Harapan saya sederhana: agar film ini bisa membuat sebanyak mungkin orang mendengarkan apa yang John dan Yoko bicarakan sore itu, sebelum tragedi terjadi."
Wawancara itu sendiri berlangsung saat Lennon dan Ono sedang gencar mempromosikan Double Fantasy, album comeback Lennon setelah ia vakum lima tahun untuk mengasuh Sean, putranya.
Album itu rilis di November 1980, dan Desember pun diisi dengan berbagai sesi wawancara. Salah satu yang terlama adalah dengan Rolling Stone pada 5 Desember mencapai sembilan jam.
Tapi sore di tanggal 8 Desember, percakapan terakhirnya justru terjadi bersama Laurie Kaye dan Dave Sholin dari RKO Radio.
Laurie Kaye bahkan menceritakan pengalaman itu dalam memoarnya, Confessions of a Rock 'n' Roll Name-Dropper. Rekaman wawancara itu sempat disiarkan RKO, dan sejak itu menjadi salah satu arsip paling berharga bagi para penggemar.
Menurut Soderbergh, yang mengejutkan justru keterbukaan Lennon dan Ono dalam obrolan itu.
"Mereka berdua bicara dengan begitu bebas. Padahal mereka sudah sering diwawancara, tapi saat itu mereka terlihat antusias dan polos, seolah baru pertama kali bercerita," katanya.
Tak cuma itu, Soderbergh merasa tema yang dibahas Lennon dan Yoko masih sangat relevan sampai sekarang mulai dari politik, feminisme, hingga pentingnya berpikir positif.
"Semua itu bahkan lebih terasa sekarang. Bagaimana sistem memengaruhi kita, cara kita berelasi, dan betapa cinta tetap jadi hal penting dalam hidup sehari-hari," imbuhnya.
Ini akan menjadi film dokumenter pertama Soderbergh sejak And Everything Is Going Fine (2010), film tentang Spalding Gray yang dulu dapat sambutan hangat.
Artikel Terkait
Manajer Ungkap Dampak Ekonomi Vonis 6 Tahun Nikita Mirzani: Kontrak Jangka Panjang Batal
Shindy Fioerla Ungkap Body Shaming dari Suami, Jadi Motivasi Jalani Operasi Bariatrik
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Jadi Modus Kejahatan Siber, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing hingga Ransomware
Terikat Janji Malam Ini: Mayang Siapkan Aksi Memalukan untuk Davina