Kalau dirinci, Sumatra Utara jadi penyumbang terbesar dengan 252 dapur. Kemudian ada Lampung (77), Aceh (76), dan Sumatera Barat (69). Riau menyusul dengan 9 dapur, Kepri 5, dan Bengkulu 4. Di sisi lain, ada kabar baik: Jambi, Sumsel, dan Bangka Belitung tercatat bersih, tak ada satupun dapur yang bermasalah.
Harjito menekankan, kebijakan ini bagian dari upaya lebih besar untuk menjaga kualitas program MBG. Program yang menyasar perbaikan gizi, terutama untuk anak-anak sekolah ini, dianggap tak boleh main-main dengan aspek keamanannya.
“Soalnya, program ini menyangkut kesehatan masyarakat. Standar keamanan pangan tidak boleh ditawar,” tegasnya lagi.
Terakhir, dia mengimbau para pengelola dapur yang kena suspend untuk buru-buru bereskan urusannya. “Harapannya, layanan bisa cepat berjalan normal lagi. Agar manfaat buat masyarakat juga tidak terputus,” pungkas Harjito.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Tegaskan Tak Ada Skrining Pendatang Pasca-Lebaran 2026
Menteri Kehutanan Sebut Percepatan Perhutanan Sosial di Lombok Arahan Langsung Presiden
Gedung Putih Gamifikasi Perang Iran Lewat Video Mirip Trailer Gim
Pemerintah Siapkan Skenario Haji 2026 Antisipasi Ketegangan Timur Tengah