Deni juga menyoroti peran Danantara. Kemitraan dengan lembaga ini diintensifkan sebagai motor penggerak investasi strategis di luar APBN.
"Tata kelola dan operasional Danantara dijaga kredibilitasnya dengan risiko yang terukur, sehingga Danantara menjadi instrumen investasi strategis yang kredibel, terkelola dengan baik, dan selaras dengan stabilitas makro fiskal jangka panjang," katanya.
Menurut Deni, keputusan Fitch ini merupakan tahap akhir dari proses asesmen yang mereka lakukan usai kunjungan ke Jakarta akhir Februari lalu. Tim Fitch dikatakan telah berdiskusi dengan banyak pihak, mulai dari Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Bank Indonesia, hingga BKPM.
Dari sini, pemerintah berharap penilaian ke depan oleh agensi pemeringkat bisa lebih komprehensif. Mereka ingin langkah-langkah intervensi yang diambil untuk menjaga fondasi ekonomi benar-benar diperhitungkan.
"Dengan fondasi ekonomi yang kuat, disiplin fiskal yang terjaga, dan reformasi struktural yang terus berlanjut, Indonesia tetap berada di jalur yang positif," pungkas Deni.
Sementara itu, dalam draf pernyataannya, Fitch mengakui rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makro, pertumbuhan jangka menengah yang baik, serta rasio utang terhadap PDB yang moderat. Namun, mereka khawatir. Kekhawatiran itu terutama menyangkut lonjakan ketidakpastian arah kebijakan dan menurunnya kepercayaan terhadap konsistensi kebijakan ekonomi, terlebih ketika pengambilan keputusan terpusat pada satu otoritas.
Itulah sebabnya outlook diturunkan, meski peringkatnya sendiri belum berubah.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran
ASDP Proyeksikan Lonjakan 9,4% Penumpang Mudik Lebaran 2026, Siapkan Strategi Distribusi
AS Tembak Torpedo ke Kapal Iran, Pertama Sejak Perang Dunia II
Menlu Sugiono Serukan Deeskalasi dan Tawarkan Indonesia Jadi Mediator Konflik AS-Israel-Iran