Video itu sempat menggemparkan media sosial. Sebuah pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik AS terlihat mengeluarkan asap, berputar tak terkendali sebelum akhirnya menghujam bumi. Ternyata, insiden yang terjadi Minggu lalu itu bukanlah kecelakaan biasa. Pesawat itu ditembak jatuh.
Yang mengejutkan, pelakunya adalah sekutu. The United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi, tiga jet tempur mereka ditembak secara tak sengaja oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Sebuah kesalahpahaman militer yang berakibat fatal bagi mesin perang, tapi berujung mujur bagi para awaknya.
Seluruh kru dinyatakan selamat dan kondisinya stabil. Kabar baik di tengah situasi yang serba kacau.
"Kuwait telah mengakui insiden ini, dan kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait serta dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung ini,"
Begitu pernyataan resmi CENTCOM yang dikutip Al Jazeera, Senin (2/3/2026). Mereka memilih bahasa diplomatis, meski penyebab salah tembak ini masih diselidiki. CENTCOM enggan berkomentar lebih jauh, hanya berjanji akan memberikan informasi baru jika sudah ada.
Artikel Terkait
Luhut Kenang Keteladanan dan Kesetiaan Try Sutrisno
15 Penerbangan Internasional Batal di Bandara Bali Imbas Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
Kejagung Geledah Puluhan Lokasi di Riau dan Medan Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Sawit
Wamenkeu: APBN Fleksibel dan Siap Hadapi Gejolak Global