Strateginya sendiri dirinci dalam lima poin utama: mulai dari promosi kesehatan, perbaikan deteksi dini, perluasan akses layanan yang bermutu, penguatan data registrasi kanker, sampai koordinasi kemitraan dengan banyak pihak.
Upaya kolaboratif ini coba diwadahi lewat forum Public Private Community Partnership (PPCP) yang digelar di Kantor Kemenkes, Jakarta, pada akhir Februari lalu. Forum setengah hari itu berhasil menyatukan berbagai suara dari pemerintah, organisasi profesi, swasta, hingga komunitas penyintas. Tujuannya satu: memangkas kesenjangan akses layanan kanker.
Wamenkes Dante punya harapan besar pada forum ini. Ia tak ingin pertemuan itu berakhir sekadar jadi perbincangan belaka.
Melalui kemitraan inklusif itu, pemerintah membuka pintu lebar-lebar. Target jangka panjangnya jelas: mencapai angka kesintasan atau survival rate lima tahun sebesar 70% untuk pasien kanker payudara di Tanah Air. Jalan masih panjang, tapi setidaknya peta perjalanannya sudah mulai digariskan.
Artikel Terkait
Pemerintah Andalkan Ramadan dan Stimulus untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2026
Polri Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Turun 1,75 Persen
Polisi: Aksi Motor Lawan Arus di Cakung Ditegur, Pengaturan Terbatas karena e-TLE
Kapolri Ungkap Penurunan Kecelakaan Lalu Lintas, Namun Jam 09.00-12.00 Tetap Rawan