Sebenarnya, militer Israel sudah lebih dulu melaporkan rentetan rudal yang meluncur dari Iran beberapa jam sebelumnya. Itu adalah bagian dari gempuran malam hari yang mengarah ke wilayah mereka. Sirene peringatan pun berhasil dibunyikan di sejumlah daerah, terutama di Israel tengah dan selatan, memberi kesempatan bagi warga untuk berlari ke tempat perlindungan.
Namun begitu, suasana mencekam ini bukan kali pertama. Sejak perang 12 hari pada Juni 2025 silam, Israel memang dikenal sangat tertutup soal informasi kerugian mereka. Sensor diberlakukan untuk segala hal: kerusakan infrastruktur, korban jiwa, apalagi lokasi serangan yang tepat. Semuanya dikelola ketat.
Di sisi lain, serangan Iran ini bukan datang tiba-tiba. Ia adalah respons balasan. Pagi harinya, AS dan Israel lebih dulu melancarkan serangan gabungan ke Iran. Tujuannya, kata mereka, adalah untuk melenyapkan ancaman yang dinilai berasal dari rezim Tehran. Beberapa jam kemudian, jawabannya datang: hujan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan sekutunya.
Malam itu, langit Timur Tengah kembali menjadi panggung konflik yang memanas. Dan di Bnei Brak, dentuman serta sirene adalah pengingat nyata bahwa perang belum berakhir.
Artikel Terkait
Menhut Serahkan 833 Hektar Perhutanan Sosial di IKN, Dukung Program Unggulan Prabowo
Menteri Luar Negeri Iran Pastikan Khamenei Selamat Usai Serangan Israel-AS
Imsak di Bekasi Pukul 04.32 WIB, Berbuka 18.14 WIB
Israel Klaim Khamenei Tewas, Iran Bantah dan Nyatakan Pemimpinnya Selamat