Di sisi lain, pejabat AS yang enggan disebutkan namanya memberikan gambaran yang lebih luas. Mereka memperkirakan skala serangan kali ini jauh lebih masif dibanding serangan AS pada Juni lalu, yang hanya fokus pada tiga fasilitas nuklir. Puluhan serangan dilancarkan oleh pesawat tempur yang lepas landas dari pangkalan dan kapal induk di sekitar Timur Tengah.
Sebelum pengakuan Trump, situasi sudah memanas. Israel lebih dulu melancarkan serangan. Gemuruh ledakan dilaporkan terdengar dari beberapa titik di ibu kota Iran. Serangan ini seolah jadi puncak dari rentetan peringatan yang sudah disampaikan AS dan Israel selama ini bahwa mereka akan bertindak jika Iran terus mengembangkan program nuklir dan rudal balistiknya.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, membenarkan aksi negaranya.
“Israel melancarkan serangan preventif terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel,” katanya, seperti dilansir Reuters.
Kini, situasi di kawasan itu jelas memasuki babak baru yang sangat berbahaya. Pengakuan langsung dari Trump bukan cuma konfirmasi, tapi juga pesan keras tentang niat Amerika ke depan.
Artikel Terkait
Indonesia Prioritaskan Keselamatan WNI di Iran Usai Serangan AS-Israel
Iran Balas Serangan, Rudal dan Drone Hantam Israel dan Pangkalan AS di Timur Tengah
Indonesia Siap Kawal Industri Panel Surya Hadapi Penyelidikan Antisubsidi AS
AS Bergabung dengan Israel Serang Iran, Kekuatan Militer Kedua Negara Jomplang