Secara umum, penurunan IPH tertinggi justru terjadi pada bawang merah, yang melanda 232 kabupaten/kota. Disusul oleh minyak goreng (207 daerah), cabai merah (145 daerah), dan seterusnya. Bahkan daging sapi, yang kerap jadi sorotan, mencatat penurunan di 22 daerah.
Namun begitu, bukan berarti semuanya berjalan mulus. Bapanas mengakui masih menemui titik-titik di mana harga di beberapa pasar tradisional melonjak melebihi batas yang ditetapkan. Diduga, ini ulah segelintir pedagang yang ingin meraup keuntungan lebih besar menyambut momentum Lebaran.
Ketut menegaskan bahwa alasan untuk menaikkan harga secara berlebihan sebenarnya tak ada, mengingat pasokan saat ini cukup memadai. Pemerintah sendiri sudah menghitung margin keuntungan yang proporsional untuk setiap mata rantai, dari produsen hingga ke pedagang eceran.
“Kami sudah menghitung. Misalnya daging ayam, di tingkat peternak Rp22 ribu–Rp23 ribu per kg ayam hidup, maka harga Rp40 ribu di hilir masih cukup memberikan keuntungan. Jadi harus tegas jika ada pelanggaran,”
tegasnya.
Jadi, kewaspadaan tetap diperlukan. Stabil bukan berarti lengah. Pemerintah berjanji akan bersikap tegas, sementara masyarakat diharapkan bisa jadi pembeli yang cerdas.
Artikel Terkait
KPK Pantau Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kaltim yang Diklaim Rp8,5 Miliar
Trump Akui Keterlibatan AS dalam Serangan Gabungan dengan Israel ke Iran
Kedubes Iran di Jakarta Kecam Serangan AS-Israel, Ancam Beri Respons Tegas
Kilang Dumai dan Balongan Siap Produksi Avtur Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah