Perkembangan fisik proyek Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, khususnya Paket 2A, terlihat cukup menggembirakan. Hingga pertengahan Februari 2026, progres konstruksi main road sepanjang 10,5 kilometer itu sudah menembus angka 81,65 persen. Angka yang cukup signifikan, bukan?
Secara strategis, ruas ini punya peran penting. Ia akan jadi penghubung vital antara Simpang Susun Jatiasih di JORR E1 dengan Simpang Susun Sadang di Tol Purbaleunyi. Intinya, koridor selatan antara Jakarta dan Jawa Barat bakal punya urat nadi baru.
Menurut Aditya Novendra, Direktur Operasi III PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), target utamanya jelas: mengurai kemacetan di tol Japek yang sudah ada.
"Tol ini diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi logistik, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,"
ujar Aditya dalam keterangannya, Jumat lalu.
Di lapangan, pekerjaan yang ditangani HKI dalam skema KSO ini cukup kompleks. Mulai dari urusan tanah, struktur beton, bore pile, sampai pemasangan girder baja dan beton. Mereka juga tak segan memanfaatkan teknologi. Building Information Modelling (BIM) dipakai untuk akurasi desain, sementara Augmented Reality berbasis barcode membantu tim di lapangan memvisualisasikan dan mengontrol mutu pekerjaan.
Artikel Terkait
AS dan Israel Lancarkan Serangan Rudal Besar-besaran ke Iran, Teheran Ancang Balas Dendam
Menkes Kritik Sahur Mie Instan Plus Nasi, Sarankan Telur dan Alpukat
Bapanas: Harga Pangan Pokok Stabil Menjelang Ramadan, Kewaspadaan Tetap Diperlukan
Tarif Ekspor RI ke AS Turun Jadi 15%, Ribuan Produk Dibebaskan Bea