Namun begitu, jalan mereka tak selalu mulus. Ada tantangan teknis yang cukup pelik, misalnya saat harus memasang girder di area yang melintasi tol aktif Cimanggis–Cibitung (CCT). Waktu pengerjaannya sangat terbatas, alias dibatasi window time. Solusinya? Mereka menggunakan metode launcher. Cara ini dinilai lebih aman untuk pekerja dan, yang tak kalah penting, tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas di bawahnya.
"Pelaksanaan dilakukan dengan memastikan kesesuaian metode kerja dan kapasitas alat, serta memperkuat koordinasi dengan pengelola tol, Dinas Perhubungan, dan pihak Kepolisian,"
tambah Aditya menjelaskan upaya antisipasinya.
Di sisi lain, isu lingkungan juga dapat perhatian. Prinsip green construction diwujudkan dengan hal-hal yang cukup konkret. Panel surya dipasang untuk sumber listrik penerangan di kantor proyek. Ada juga kegiatan penanaman pohon di sekitar lokasi, sebagai upaya kecil menjaga keberlanjutan ekosistem setempat.
Dengan progres yang terus merangkak naik dan dukungan dari berbagai pihak, target penyelesaian proyek ini masih mengacu pada kontrak: September 2026. Jika semua berjalan sesuai rencana, kehadiran ruas tol baru ini diharapkan bisa segera dirasakan manfaatnya. Bukan cuma sebagai pengurang kemacetan, tapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Jakarta dan Jawa Barat.
Artikel Terkait
AS dan Israel Lancarkan Serangan Rudal Besar-besaran ke Iran, Teheran Ancang Balas Dendam
Menkes Kritik Sahur Mie Instan Plus Nasi, Sarankan Telur dan Alpukat
Bapanas: Harga Pangan Pokok Stabil Menjelang Ramadan, Kewaspadaan Tetap Diperlukan
Tarif Ekspor RI ke AS Turun Jadi 15%, Ribuan Produk Dibebaskan Bea