Suasana malam di Kabul, Kandahar, dan Paktia tiba-tiba berubah jadi mencekam Kamis malam lalu. Gedung-gedung pemerintahan yang dikuasai Taliban di kota-kota besar Afghanistan itu dibombardir oleh Pakistan. Serangan udara ini bukan insiden kecil, melainkan eskalasi yang menurut Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, sudah masuk tahap baru.
"Kesabaran kami telah habis," tegas Asif pada Jumat (27/2/2026).
Dia tak ragu lagi menyebut situasi saat ini. "Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda (Afghanistan)." Pernyataan itu jelas sebuah pengakuan resmi yang jarang terdengar, mengubah dinamika ketegangan yang sudah berlangsung lama menjadi konflik yang nyaris tak terbendung.
Latar belakangnya sih klasik, tapi tetap memanas. Islamabad selama ini punya satu tuduhan serius: Taliban di Kabul dianggap melindungi kelompok militan yang kerap menyusup dan menyerang wilayah Pakistan. Kabul sendiri membantah habis-habisan. Bagi mereka, urusan keamanan Pakistan adalah masalah internal yang harus diselesaikan sendiri oleh negara tetangganya itu.
Artikel Terkait
CSIS Soroti Dampak Terbatas Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Hanya 2% Ekspor Terfasilitasi
Kemenhaj: 162 Ribu Dokumen Haji Diproses, Target Selesai Awal Maret
DKI Jakarta Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis, Mulai Juli 2026
Bandar Narkoba Ko Erwin Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Malaysia