PSSI Godok Format Baru Piala Presiden 2026, Libatkan Seluruh Pemerintah Daerah

- Selasa, 14 April 2026 | 01:50 WIB
PSSI Godok Format Baru Piala Presiden 2026, Libatkan Seluruh Pemerintah Daerah

Jakarta, usai gemuruh sorak penutupan Piala Presiden 2025 mereda, Ketua Umum PSSI Erick Thohir sudah bicara soal masa depan. Turnamen pramusim itu, katanya, bakal terus berlanjut. Untuk edisi 2026, format barunya sedang digodok.

Edisi ketujuh yang baru saja usai digelar 6-12 Juli 2025, ditutup secara meriah di Jakarta Minggu malam lalu. Acara penutupan itu sendiri dihadiri Maruarar Sirait selaku Ketua Steering Committee, plus sejumlah anggota Exco PSSI. Suasana riuh rendah itu rupanya jadi panggung untuk mengawali pembicaraan tentang tahun depan.

Dalam kesempatan itu, Ara –begitu Maruarar Sirait biasa disapa– memang sempat menyinggung soal Piala Presiden 2026. Namun begitu, ia menyerahkan sepenuhnya format dan sistem untuk edisi kedelapan nanti kepada PSSI.

"Tadi Pak Ara punya komitmen, dan untuk Piala Presiden yang kedelapan ini sedang kita godok lagi,"

kata Erick usai acara, seperti dikutip Selasa (14/4/2026). Responsnya? Pihaknya akan mengkaji lebih dalam. Rencananya, pembahasan serius soal penyelenggaraan turnamen itu akan digelar Kamis, 16 April 2026 mendatang.

Erick, yang juga menjabat Menpora RI, menekankan satu hal. Penyelenggaraan Piala Presiden 2026 nanti harus jadi tanggung jawab bersama. Bukan cuma PSSI atau pemerintah pusat. Ia ingin semua gubernur, bupati, hingga walikota turut berkontribusi.

"Kami ingin juga mau semua gubernur, bupati harus berkontribusi ya, supaya sepakbola ini bisa terus bergelora. Tidak hanya tanggung jawab tadi PSSI, Bapak Presiden, Pak Ara, tetapi gubernur, bupati, walikota berkontribusi untuk nama besar daerahnya,"

tegasnya.

Soal detail format, Erick masih belum mau buka kartu. Masih ada waktu dua sampai tiga bulan ke depan untuk mendiskusikannya. "Nanti seperti apa nanti kami diskusikan karena memang kami masih punya waktu 2-3 bulan ke depan. Mudah-mudahan dengan format ini juga nanti kami diskusikan lagi," sambungnya.

Lalu, bagaimana dengan kehadiran klub luar negeri yang sempat memeriahkan edisi sebelumnya? Pertanyaan ini belum dapat jawaban pasti. Erick beralasan, kalender sepakbola global tahun 2026 cukup padat. Ada Piala Dunia 2026 yang jadi prioritas, dan klub-klub juga baru saja menyelesaikan kompetisi tingkat klub dunia.

"Belum tahu karena memang kompleksitas tahun ini kan ada kejuaraan Piala Dunia dan klub-klub sendiri baru selesai pertandingan klub World Cup kemarin,"

ujarnya.

"Jadi ini yang mungkin juga perlu ada pertimbangan seperti apa. Tapi ini masih kami godok lah. Mungkin mudah-mudahan Kamis sudah ada formulanya,"

tutup pemilik Oxford United itu.

Di sisi lain, Ara memberikan apresiasi tinggi pada konsistensi PSSI menyelenggarakan turnamen ini tiap tahun. Menurutnya, kesuksesan edisi 2025 adalah buah kerja sama banyak pihak.

Ia menegaskan, dalam sepakbola tak ada 'superman'. Yang ada adalah 'super tim'.

"Ingat, dalam sepakbola tidak ada superman, yang ada super tim. Yaitu klub, manajer, pemain, media, sponsor, regulator, pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang membantu keamanan. Dan semua itu menjadi satu kesatuan ekosistem yang terkontrol,"

jelas Maruarar Sirait. Itulah kunci yang, menurutnya, harus terus dijaga untuk Piala Presiden mendatang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar