Klaster kedua ini melayani tujuan seperti Yogyakarta, Kuningan, Lampung, hingga Pekalongan. Buat yang mau daftar, caranya online lewat situs mudikgratis.jakarta.go.id. Tahun ini targetnya cukup besar: 26.500 pemudik akan diangkut menggunakan 661 unit bus.
Nah, soal syaratnya, calon peserta perlu menyiapkan beberapa dokumen. Pertama, Kartu Keluarga. Lalu KTP DKI Jakarta akan diutamakan. Bagi yang membawa sepeda motor, STNK wajib dilampirkan.
Setiap pendaftar bisa menambahkan maksimal tiga anggota keluarga dalam satu KK. Yang penting, NIK-nya harus sesuai dengan KTP asli. Nanti peserta juga wajib verifikasi langsung dengan membawa fotokopi dokumen ke titik yang sudah ditentukan.
Perhatian: pendaftaran ganda di program mudik lain akan berakibat pada pembatalan otomatis. Tiketnya juga dilarang keras untuk diperjualbelikan atau dipindahtangankan.
Untuk jadwal verifikasinya, dibagi per klaster. Klaster 1 berlangsung 25–27 Februari, dilanjut klaster 2 pada 28 Februari–2 Maret, dan klaster 3 pada 3–5 Maret 2026. Peserta yang tidak datang saat jadwal verifikasi dianggap mengundurkan diri. Kuotanya akan diberikan ke pendaftar lain.
Bus-bus penumpang akan menuju beberapa terminal, seperti Tirtonadi di Solo, Giwangan di Yogyakarta, atau Rajabasa di Lampung. Selain bus, ada juga layanan pengangkutan sepeda motor yang menjangkau enam terminal tujuan, termasuk Mangkang (Semarang) dan Purabaya (Sidoarjo).
Pemprov DKI mengimbau masyarakat memanfaatkan program ini dengan tertib. Pastikan semua persyaratan dipenuhi agar perjalanan mudik Lebaran 2026 nanti berjalan lancar dan aman.
Artikel Terkait
Wamen Investasi: Perizinan Berbelit Sebabkan Indonesia Kehilangan Potensi Investasi Rp1.500 Triliun
Mendag Targetkan Transaksi TEI 2026 Capai USD 17,5 Miliar
Imsak Jakarta Jumat 27 Februari 2025 Pukul 04.33 WIB
Gubernur DKI Targetkan Program LPDP Jakarta Dimulai 2027, Sempat Terhambat Pemotongan DBH