"Pendekatan ini menempatkan kualitas dan keberlanjutan sebagai prioritas, bukan ekspansi agresif dalam jangka pendek," tegas dia.
Di sisi lain, dari sudut pandang keuangan, Danantara juga tak tinggal diam. Mereka telah menjalankan penguatan struktur permodalan lewat skema korporasi yang sebelumnya sempat diumumkan. Tujuannya jelas: memperkuat neraca, menambah fleksibilitas keuangan, dan memberi ruang untuk stabilisasi operasional. Rohan menegaskan, semua kebijakan ini ditempuh dengan tata kelola yang prudent dan tentu saja, patuh pada regulasi.
Dengan fondasi yang dinilai semakin kokoh, strategi untuk tahun 2026 pun bergeser. Fokusnya kini adalah optimalisasi kapasitas dan peningkatan kinerja secara terukur. Orientasinya bukan lagi sekadar mengejar angka pertumbuhan volume.
"Yang utama adalah memastikan pertumbuhan yang sehat, menguntungkan, dan tentu saja, berkelanjutan," tambah Rohan.
Sebagai penutup, dia kembali menegaskan komitmen Danantara. Transformasi Garuda Indonesia akan diawal dengan disiplin dan akuntabilitas tinggi.
"Danantara berkomitmen mengawal transformasi Garuda Indonesia secara disiplin dan akuntabel demi menciptakan nilai jangka panjang bagi industri penerbangan nasional serta perekonomian Indonesia," pungkasnya.
Artikel Terkait
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp17,13 Triliun hingga Maret 2026
Progres Sekolah Rakyat Surabaya Capai 45%, Ditargetkan Rampung Sebelum Juni 2026
Iran Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb Balas Blokade AS di Hormuz
KPK Tuntut Dua Eks Dirut Pertamina Kasus Korupsi LNG Senilai Rp1,7 Triliun