"Pendekatan ini menempatkan kualitas dan keberlanjutan sebagai prioritas, bukan ekspansi agresif dalam jangka pendek," tegas dia.
Di sisi lain, dari sudut pandang keuangan, Danantara juga tak tinggal diam. Mereka telah menjalankan penguatan struktur permodalan lewat skema korporasi yang sebelumnya sempat diumumkan. Tujuannya jelas: memperkuat neraca, menambah fleksibilitas keuangan, dan memberi ruang untuk stabilisasi operasional. Rohan menegaskan, semua kebijakan ini ditempuh dengan tata kelola yang prudent dan tentu saja, patuh pada regulasi.
Dengan fondasi yang dinilai semakin kokoh, strategi untuk tahun 2026 pun bergeser. Fokusnya kini adalah optimalisasi kapasitas dan peningkatan kinerja secara terukur. Orientasinya bukan lagi sekadar mengejar angka pertumbuhan volume.
"Yang utama adalah memastikan pertumbuhan yang sehat, menguntungkan, dan tentu saja, berkelanjutan," tambah Rohan.
Sebagai penutup, dia kembali menegaskan komitmen Danantara. Transformasi Garuda Indonesia akan diawal dengan disiplin dan akuntabilitas tinggi.
"Danantara berkomitmen mengawal transformasi Garuda Indonesia secara disiplin dan akuntabel demi menciptakan nilai jangka panjang bagi industri penerbangan nasional serta perekonomian Indonesia," pungkasnya.
Artikel Terkait
Imsak Jakarta Jumat 27 Februari 2025 Pukul 04.33 WIB
Gubernur DKI Targetkan Program LPDP Jakarta Dimulai 2027, Sempat Terhambat Pemotongan DBH
Pemprov DKI Wajibkan Warga Lapor Sebelum Mudik Lebaran 2026
Amerika Serikat Hibahkan Rp 41,75 Miliar untuk Perencanaan Smart City IKN