Lantas, apa alasan Budi disebut calon kuat? Menurut laporan tadi, latar belakangnya sebagai mantan bankir jadi nilai plus. WHO saat ini butuh ketelitian finansial dan tata kelola fiskal yang solid. Siapa pun yang nantinya terpilih harus siap menghadapi berbagai krisis yang membayangi organisasi tersebut.
Memang, Budi bukan berlatar belakang medis. Tapi, kinerjanya sebagai Menkes dinilai cukup impresif. Dia dianggap berhasil mengawal reformasi sistem kesehatan skala besar pasca pandemi. "Dia dianggap berhasil memodernisasi infrastruktur kesehatan digital Indonesia," begitu bunyi laporannya.
Tak cuma itu. Bahkan gebrakannya di bidang pendidikan kedokteran yang sempat menuai kritik termasuk dari IDI ikut menjadi sorotan. Di sisi lain, posisinya dipandang strategis untuk menjembatani kepentingan negara-negara Selatan dengan Eropa. Dia diharapkan bisa mendorong reformasi fiskal sekaligus menjaga harapan agar Amerika Serikat mau kembali aktif mendukung WHO.
Jadi, begitulah faktanya. Isu ini muncul dari sebuah laporan media independen yang mengamati dinamika global. Sekarang, tinggal menunggu perkembangan lebih lanjut dari jenjang seleksi yang pasti akan berlangsung alot.
Artikel Terkait
Masjid Bergaya Kelenteng di Jakarta Timur, Kisah Perjalanan Spiritual Sang Pendiri
Ketua DPRD DKI Nilai Anggaran Belum Efektif Tekan Pengangguran yang Picu Kriminalitas
Penganiaya Pegawai SPBU yang Mengaku Jenderal Ternyata Karyawan Rental dan Pengguna Narkoba
Polisi Bongkar Jaringan SMS Phishing e-Tilang Palsu yang Dikendalikan dari China