Lantas, apa alasan Budi disebut calon kuat? Menurut laporan tadi, latar belakangnya sebagai mantan bankir jadi nilai plus. WHO saat ini butuh ketelitian finansial dan tata kelola fiskal yang solid. Siapa pun yang nantinya terpilih harus siap menghadapi berbagai krisis yang membayangi organisasi tersebut.
Memang, Budi bukan berlatar belakang medis. Tapi, kinerjanya sebagai Menkes dinilai cukup impresif. Dia dianggap berhasil mengawal reformasi sistem kesehatan skala besar pasca pandemi. "Dia dianggap berhasil memodernisasi infrastruktur kesehatan digital Indonesia," begitu bunyi laporannya.
Tak cuma itu. Bahkan gebrakannya di bidang pendidikan kedokteran yang sempat menuai kritik termasuk dari IDI ikut menjadi sorotan. Di sisi lain, posisinya dipandang strategis untuk menjembatani kepentingan negara-negara Selatan dengan Eropa. Dia diharapkan bisa mendorong reformasi fiskal sekaligus menjaga harapan agar Amerika Serikat mau kembali aktif mendukung WHO.
Jadi, begitulah faktanya. Isu ini muncul dari sebuah laporan media independen yang mengamati dinamika global. Sekarang, tinggal menunggu perkembangan lebih lanjut dari jenjang seleksi yang pasti akan berlangsung alot.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka Pemerasan Rp2,7 Miliar ke OPD
Harga BBM Pertamina April 2026 Tak Berubah, Ikuti Kebijakan Pemerintah
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka Pemerasan Rp5 Miliar
Tiga Kapal Tanker Berhasil Melintasi Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata AS-Iran