Apa yang diharapkan Iran sebagai imbalannya? Cukup jelas: pengakuan dari Amerika Serikat atas hak mereka untuk mengembangkan program pengayaan uranium untuk kepentingan damai. Tentu saja, paket kesepakatan itu juga harus mencakup pencabutan berbagai sanksi ekonomi yang selama ini mencekik.
Sementara dari kubu AS, sikap yang ditampilkan juga dualistik. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut bahwa pilihan utama Presiden Donald Trump tetaplah diplomasi.
Tapi dia dengan cepat menambahkan catatan penting: opsi militer tidak pernah dilepas dari meja. Jika diperlukan, kekuatan akan digunakan.
Jadi, pertemuan di Jenewa nanti akan diwarnai dua bahasa: bahasa perdamaian dan bahasa ancaman. Keduanya bercampur, menciptakan alur diplomasi yang rumit dan tak mudah ditebak.
Artikel Terkait
Menkeu: Arya Iwantoro Wajib Kembalikan Dana LPDP Rp3,6 Miliar Plus Bunga
Bank Mandiri Catat Kredit Tumbuh 15,62% dan Laba Naik 16% di Awal 2026
Kecelakaan Truk Wingbox di Gatot Subroto Sebabkan Macet Parah
LPS Mulai Bayar Klaim Nasabah BPR Prima Master Bank yang Dicabut Izinnya