DUBAI Perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru. Kedua pihak dijadwalkan kembali bertemu di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2/2026) mendatang. Ini akan menjadi pertemuan putaran ketiga, dan nuansanya terasa tegang namun penuh harapan.
Iran sendiri menyatakan kesiapannya. Pemerintah di Teheran mengklaim bakal melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri mereka, Majid Takht Ravanchi.
Namun begitu, nada pernyataannya tidak sepenuhnya lunak. Ada pesan keras yang terselip. Ravanchi menegaskan, jika Washington memilih jalur konfrontasi, Iran sama sekali tidak gentar.
Di sisi lain, sebenarnya ada ruang kompromi yang sedang digodok. Seorang pejabat senior Iran sebelumnya mengungkap, Teheran serius mempertimbangkan sebuah paket proposal. Isinya? Mengirim separuh dari cadangan uranium yang diperkayanya ke luar negeri, mengencerkan separuh lainnya, serta bersedia bergabung dalam sebuah konsorsium pengayaan regional. Gagasan konsorsium ini bukan hal baru; sudah mengambang dalam perbincangan diplomatik bertahun-tahun.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Sarankan Bungkus Daun Pisang di Tengah Lonjakan Harga Plastik
Perundingan AS-Iran di Islamabad Berakhir Deadlock, Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Ganjalan
Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah: Pernyataan JK Soal Syahid Dicabut dari Konteks, Bukan Ajaran Agama
KAI Tegaskan Aksi Taruh Batu di Rel Bekasi Bisa Anjlokan Kereta